Sore itu sepeti biasa aku pulang kerja dijemput suamiku tercinta, diperjalanan pulang aku bertanya pada ayah arun :
“Ayah sudah ketemu arun?, Bunda kangen nih…” kemarin pulang kerja kita (aku & suami) langsung nonton dibioskop karena kami punya voucher potongan harga tiket yang didapat dari teman suamiku ![]()
Lalu suamiku pun menjawab “Sudah, tapi biasa kalau ke ayah kan manja banget tadi sih minta gendong mulu….”
Akupun menjawab “karena arun merasa ayah suka manjain kali?”. Sesampainya dirumah aku langsung membuka pintu & bergegas naik ke kamar, ternyata di depan kamarku ada arun yang sedang main sambil bernyanyi, entah lagu apa yang sedang dinyanyikannya yang aku dengar hanya kata “aku….” begitu dia bernyanyi, tapi waktu dia sadar bundanya datang dia langsung memanggil aku “Bunda…bunda…” begitu dia memanggil berulang-ulang, akupun lalu menghampirinya & bertanya “arun lagi nyanyi? lagu apa sayang?” ku cium pipinya diapun membalas ciumanku bertubi-tubi sampai pipiku terasa basah (penuh iler:red
). Setelah itu aku langsung masuk kamar untuk berganti pakaian, saat ku tinggalkan arun kembali bernyanyi dan syair lagunya pun berubah jadi “Bunda….kaku…bunda…kaku….” begitu berulang-ulang & aku juga tidak tahu maksud dari nyanyiannya itu, aku hanya bisa tersenyum seraya masuk kedalam kamar.
Setelah memompa ASI dan berganti pakaian akupun merebahkan diri di dekat kasur sambil melepas lelah, tiba-tiba arunpun menghampiriku seraya berkata “bunda nen…” langsung aku pangku arun lalu memberinya ASI. Setelah kenyang, arun bertanya “bunda mana?” aku jawab “bunda habis kerja sayang”, arun bertanya lagi “teta dmana?” (kerja dimana), aku jawab “jauh”, arun terdiam seraya bangun dari pangkuanku dan keluar melanjutkan mainnya. Tak lama kemudian terdengar suara arun berhitung tapi tidak berurutan dan aku hanya bisa tersenyum simpul mendengar ocehan anakku itu, Beberapa menit kemudian arun menghampiriku lalu aku bertanya “gimana tadi berhitungnya?” arunpun diam, lalu aku ajak dia untuk berhitung “satu” kataku, “tatu” jawab arun, “Dua” kataku “jua” kata arun, “tiga” kataku, “jija” kata arun, begitu seterusnya arun mengikuti hitungan demi hitungan yang aku nuntun sampai 10 tapi dengan bahasa dia sendiri. Yang aku herankan arun kan anaknya agak sedikit bosenan tapi kali ini dia mau mengikuti hitungan yang aku tuntun sampai 10. Aku & ayah arun tertawa melihat tingkahnya yang semakin hari semakin pintar dan banyak kosakata baru yang dia mengerti. Banyak pula kebiasaanku yang sering arun tiru. Waktu itu kita (aku & arun) habis mandi dan kebetulan kami sama-sama habis keramas sudah menjadi kebiasaanku (mungkin kebiasaan teman-teman bloger juga) klo habis keramas pasti mengeringkan rambut dengan handuk kecil, begitupun sekarang menjadi kebiasaan arun klo habis keramas dia lepas handuk yang dipakainya dan digosok-gosoklah rambutnya dengan handuk tadi, walaupun menggosoknya tidak benar tapi dia benar-benar mengikuti kebiasaanku. Dan masih banyak lagi tingkah arun yang kadang membuat aku harus hati-hati melakukan sesuatu karena takut itu tidak baik dan belum pantas untuk dia melakukannya.
wait for next story

berarti aroen tidurnya harus dipisah dari ayah bundanya nih..
Emang dah pisah…. kasurnya, klo kamarnya belum tuh….
terus kalo udah terpisah tidurnya sama arun, ngapain BJ…?
huahahahhaaa…pertanyan Pa’e menjebak banget asli hahahaha
kasiahaannnn ayahnya :’(
salam adem ayem
menjaga aja biar aroen tidak meniru apa yang di lakukan ayah dan bundanya
membaca artikel ini saya terkenang pd masa kecil anak2 saya
ooww ternyata bunda itu istrinya mas indra to
smg arun kelak jadi anak baik dan berbudi buat kelg, bangsa dan negara ya bunda…
salam kenal
Amien… *wakilin yg punya*
itu yang nyiumin Arun apa Bapak’e Arun neh
xixixi *cegat ojek langsung kabur*
kadang anak sukanya meniru ya Bu
Ah indahnya punya anak
om achoey pasti bisa memiliki anak…….ini doa dari blue untuk istri dan mas achoey………hehehe
salam hangat dari blue
jadi inget jaman muda dulu…..
bobok masih sama ibu sampe SD kelas 6
wkakakakkakaka
salam kenal arun
dari
blogger abnormal
arun ..sudah pinter berhitung ya…semoga jadi anak pintar ya
mampir lagi bunda…..
kunjungan di pagi hari yang cerah….,
iya bunda, anak seumur arun belum mengerti apa-apa mereka hanya bisa meniru orang-orang di sekitarnya
cilukkkk…….baaaa
jadi gemes baca ceritanya, si arun lucu banget ya
sama seperti ghalib, kalo berhitung ga berurutan
fotox dipasang dunk bund.. ^^
hu um bener dipasang dong Bun fotonya,,biar ikutan gemes nih
halo bunda ,,, aa kaabar
Ibu rumah tangga yang baik,.,semoga aku dapet yang seperti bunda arun ya.,.,.,.,amin
lam kenal y
Pati menyenangkan sekali ya mbak mempunyai anak yang sehat dan cerdas seperti arun, rasanya lelah kerja langsung hilang pas dengar ocehannya dirumah,, huaaaaaaaaaa,,,, pengen,, hihihi
iya benar anak kecil lagi suka banget meniru2 dan yang paling dekat dia lihat ya orang tuanya.. semoga Arun jadi anak yang baik
NURHAYADI
BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI 1431 H
TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM.
menarik artikel anda..makasih yaaa
nice post…
salam kenal…